IT'S HURT √ (COMPLETE) - PART 1 "Comeback " - Wattpad
IT'S HURT √ (COMPLETE)
oleh adozmeadoz
IT'S HURT √ (COMPLETE)
- PART 1"Comeback"
- PART 2 " people's thinking"
- PART 3 HOPE
- PART 4 LUNCH
- PART 5 "DATE"
- PART 6 DATE 2
- PART 7 Engagement
- PART 8 Prewedding
- PART 9 REUNION
- PART 10 Trouble
- PART 11 Married
- PART 12 After wedding
- PART 13 I hope so..
- PART 14 NADINE
- PART 15 What wrong
- PART 16 promise
- PART 17 DILEMA
- PART 18 CHANGED
- PART 19 HURT
- PART 20 DO WHAT YOU WANT
- PART 21 NEVER BE THE SAME AGAIN
- Part 22 VETTA
- PART 23 MY HEARTEACHE
- PART 24 HURT YOU
- PART 25 LIE TO ME
- PART 26 WANT YOU BACK
- PART 27 Through The Night
- PART 28 HAPPY BESIDE YOU
- PART 29 CEK UP
- PART 30 REGRET
- PART 31 BECAUSE IT'S YOU
- PART 32 RECOGNITION
"Maafkan aku.." "Aku pikir seiring berjalanya waktu aku bisa mencintaimu. Tapi kenyataan aku tidak bisa. Dia telah kembali dan tidak bisa aku pungkiri jika aku masih menginginkannya." Aku hanya diam menahan tangisku. Dan mengusap lembut perutku, me...
"Sudah."
"Kau pergi sekarang?"
"Ya, jika tidak aku akan ketinggalan kereta."
"Baiklah jika seperti itu."
"Kau mau ikut mengantar aku ke stasiun," ucapku pada Icha.
"Bolehkah?" lihatlah bagaimana dia, matanya penuh binar seakan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.
"Tentu saja, cepatlah ganti pakaianmu."
Kini taxi online yang membawaku telah sampai Stasiun.
" Jangan lupakan aku ya," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Kau sedih." ucapku padanya.
"Tentu saja, aku bukan dirimu yang tidak punya hati, apalagi kita akan berpisah jauh. Nanti aku makan sama siapa di kos, tidak ada lagi orang yang bisa aku ajak untuk menghabiskan vocer promoku."
"Kau mengkhawatirkan itu?" tanyaku.
"Tentu saja tidak, persetan dengan vocer itu lagi pula, aku tidak sering mendapatkannya. Aku hanya tidak rela kau pergi," ucapnya padaku.
"Jangan sedih, cepat lulus, cepat wisuda, biar cepat di lamar sama Mas Barimu itu."
"Tidak ada hubungannya dengan dia."
"Tentu saja ada, kau tidak ingin dilamar Mas Bari."
"Tentu saja mau,"
"Dasar plin-plan, Baiklah aku pergi, cepatlah lulus jangan terlambat seperti aku, kalau makan jangan sendirian ajak Baby ataupun yang lain untuk makan bersamamu."
"Enggak mau, aku tidak suka makan bersamanya. Aku maunya sama Kak Vetta."
"Dihh,, kau tidak ingin mengantarku ke Jogja hemm..."
"Tidak terimakasih, aku akan semakin sedih nantinya."
" Baiklah jaga kesahan hemm,, aku pergi." ucapku lalu membakarnya ke dalam pelukanku.
"Hati-hati," ucapnya.
Selamat tinggal kota Satria, terimakasih telah banyak memberikan pelajaran hidup padaku, dan membuatku jauh lebih dewasa.
TBC
"Dua koper??" Om Eko menatapku tidak percaya saat mendapati ku membawa dua buah koper di tanganku.
"Tidak usah heran, aku rasa bukan cuma dua koper ini. Tunggulah beberapa hari kemudian paket barang-barang dia pasti akan lebih banyak dari ini."
"Jangan memujiku seperti itu Tante aku jadi malu."
"Apakah itu sebuah pujian??"
"Apa itu bukan." ucapku kepada Tante Imah.
"Cepatlah masukkan barang-barang ke dalam bagasi, cacing-cacing di perut ku sudah berteriak sejak tabe, karena terlalu lama menunggumu." ucapnya kepadaku.
"Qonita Annyeong." Sapaku pada Qonita, saat aku memasuki mobil.
"Jangan menatapku seperti itu. Bukankah anda juga menyukai drama Korea."
"Tapi aku tidak seperti dirimu yang menetapkannya di kehidupan sehari-hari,"
"Aku hanya mencoba memanfaatkan apa yang aku ketahui, siapa tau aku ada kesempatan untuk pergi ke sana. Jadi aku sudah terbiasa."
"Atur aja sesukamu."
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, mengingat bandara dan rumahku cukup jauh akhirnya aku sampai di rumah, dan benar dugaanku selalu seperti ini, saat aku pergi atau pun datang mereka semua selalu ada untukku. Bukankah aku sangat beruntung lahir di keluarga besar ini.