BOS MAFIA - 01. BOS MAFIA - Wattpad
BOS MAFIA
oleh pixelstart
Kisah seorang gadis yang...
⚠️DON'T COPY MY STORY PLEASE⚠️ ✧ Happy Reading Everyone ✧
Hallo guys, sebelumnya aku mau minta maaf kalo cerita aku ada kesamaan alur, tokoh, nama maupun tempat dan karakter dengan cerita lain. Ini adalah cerita 18+ pertama aku, jadi maafin kalo nantinya bakal tidak jelas alurnya, jujur saja aku bikin cerita ini juga karena gabut😀
"Katakan yang sebenarnya, di mana Jason berada?!"
"Kami benar-benar tidak tahu di mana Jason berada, Tuan. Sejak kemarin dia belum kembali pulang ke rumah," jawab wanita paruh baya, yang tengah menunduk ketakutan bersama gadis perempuan yang ada di sampingnya.
Seorang pria dengan tubuh tegap tengah menahan amarah di sebuah rumah sederhana. Pria itu mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan amarah yang terlihat jelas di kedua matanya.
Dia menoleh ke samping, menatap tangan kanannya yang berdiri di samping tubuhnya. "Cari ke dalam, dan pastikan tidak ada satu tempat yang kau lewati."
"Baik tuan." Dengan cepat, Christian masuk ke dalam rumah sederhana itu yang di ikuti oleh beberapa pengawal di belakangnya.
"Tuan, apa kesalahan kakakku sehingga membuatmu semarah ini?" Jeana yang sedari tadi hanya diam menangis di samping ibunya itu kini mulai angkat bicara, menatap wajah tampan pria itu dengan takut.
"Kau ingin tahu apa kesalahan kakakmu itu?" Gadis itu mengangguk. Dia memang ingin tahu kesalahan apa yang di perbuat oleh kakaknya sehingga membuat Tuan nya itu bisa semarah ini.
Mereka tahu siapa pria yang berada di hadapannya itu, semua orang mungkin juga mengenalnya. Bara Bramasta, pengusaha tampan yang memiliki perusahaan ternama di negaranya, selain itu, dia dikenal sebagai seorang mafia terkejam dan sadis di kalangan anggota mafia, namun hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya.
"Kakakmu telah mencuri uangku yang berjumlah 10 milyar. Selain itu, dia juga telah mengkhianatiku."
Kedua wanita itu terkejut bukan main. Bukan kah selama ini Jason bekerja dengan baik di sana? Bagaimana bisa dia mengkhianati dan mencuri uang bosnya?
"Tidak mungkin Jason melakukan itu semua, Tuan," bela Linda—ibu Jason.
"Iya tuan, kakakku tidak mungkin melakukan hal itu," timpal Jeana.
"Apa aku harus memperlihatkan bukti itu kepada kalian?" tanya Bara. Tidak ada jawaban dari mulut mereka.
Bara pun mengambil handphone nya, lalu memutar salah satu vidio di galeri. Pria itu memperlihatkan salah satu vidio cctv kepada mereka berdua.
"Apa sekarang kalian sudah mempercayainya?"
"Tuan, kami sudah mencari ke seluruh penjuru rumah ini, tapi Jason tidak ada di dalam," lapor Chris, saat pria itu baru saja keluar dari rumah itu.
"Shit!" desisnya tajam. Pria itu kembali menatap kedua wanita yang tengah menunduk takut.
"Tuan, tolong maafkan kesalahan anakku," ucap Linda dengan bibir yang bergetar.
"Nyonya, apa kau sanggup untuk mengganti seluruh uangku dalam waktu satu minggu?" Linda menggeleng pelan. Tentu saja, uang 10 milyar bukanlah nominal yang kecil.
"Lalu, bagaimana bisa aku memaafkan kesalahan anakmu begitu saja sedangkan anakmu telah membawa kabur seluruh uangku."
"Tolong Tuan, beri kami waktu lebih lama lagi, kami janji akan mengganti semuanya," ucap Jeana memohon.
Bara hanya diam, menatap gadis itu dengan mata tajamnya dan juga wajah dinginya.
"Bawa gadis itu," perintah Bara.
"Siap Tuan." Dua pengawal yang berdiri di samping tubuh Christian langsung melangkah mendekati Jeana, kedua pria yang bertubuh tegap itu menarik paksa tangan Jeana.
"Tidak, tidak, tolong lepaskan aku. Ibu, tolong aku," tangis Jeana sambil memberontak untuk di lepaskan.
"JEANA!" Linda mulai terisak, wanita itu pun menatap Bara dan melangkah mendekati pria itu sambil berjongkok memegang kaki Bara. "Tuan, aku mohon lepaskan anakku, dia tidak bersalah."
"Putrimu memang tidak bersalah, tapi aku—"
"ADA APA INI?"
Ucapan Bara terhenti ketika seseorang dengan lantang berseru hingga membuat semua orang menoleh untuk menatap ke arahnya. Terlihat seorang gadis sambil membawa kantong plastik tengah melangkah mendekati mereka, gadis itu menatap Bara dan para bawahannya dengan tatapan bingung.
"Ada apa ini? Ibu, ada apa?" tanya gadis itu sambil membantu Linda untuk berdiri.
"Tuan, tolong lepaskan anakku, dan gantikan saja dia untuk ikut denganmu," ucap Linda yang membuat gadis itu semakin bingung.
"Ibu, apa maksudmu?" tanyanya.
"Zelina, Jason telah mencuri uang 10 milyar milik bosnya, dan sekarang adikmu akan di bawa pergi oleh mereka. Ibu mohon Zelina, gantikan adikmu dan ikut dengannya," ucap Linda memohon.
"Hah?" Gadis itu terkejut, bagaimana bisa Jason melakukan hal sebodoh itu?
"Zelina, ibu mohon"
"Tapi bu—"
"Demi adikmu."
"Kakak, tolong aku," mohon Jeana yang sudah lelah untuk memberontak.
Zelina hanya diam, kini ia benar-benar merasa bingung. Haruskah ia membiarkan Jeana pergi bersama pria itu? atau dirinya saja yang harus ikut bersama pria yang sama sekali tidak ia kenal?
"Zelina, ibu mohon, ikutlah dengannya. Apa kau tidak kasihan melihat adikmu?" Zelina kembali menatap Jeana yang masih saja terus menangis.
"Kakak..."
"Jika kau tidak ingin menggantikan posisi Jeana, aku bersumpah akan membakarmu hidup-hidup," bisik Linda kepada Zelina.
Zelina diam, gadis itu melirik Linda yang tengah menatapnya dengan tajam. Mau tidak mau Zelina harus mau menuruti kemauan ibunya itu.
Gadis itu menghela nafas panjang, setelah cukup lama berpikir, Zelina kembali menatap Bara. "Tolong lepaskan adikku, aku yang akan ikut denganmu."
Bara melirik dua pengawalnya yang menahan lengan Jeana, pria itu mengangguk sekali untuk memberi kode kepada mereka. Setelah melepas Jeana, kini dua pengawal itu berganti menahan lengan Zelina. Sedangkan Jeana, gadis itu langsung berlari untuk memeluk Linda. Pelukan yang sama sekali belum pernah Zelina rasakan.
"Aku akan membawa putrimu pergi. Jika kau ingin dia kembali, suruh Jason untuk menemuiku," ucap Bara.
"Baik Tuan," balas Linda.
"Bawa dia ke mobil"
"Baik Tuan." Mereka pun membawa Zelina untuk masuk ke dalam mobil bersama Bara. Sebelum mobil itu pergi, Zelina menyempatkan diri untuk menatap Ibu dan juga adiknya. Tidak ada raut sedih di wajah mereka, bahkan mereka sudah masuk ke dalam rumah sebelum mobil itu pergi dari pekarangan rumahnya. Zelina semakin yakin, jika mereka tidak akan pernah mau untuk menjemputnya pulang.
Di sepanjang perjalanan, Zelina hanya banyak diam, gadis itu tengah memikirkan hidupnya. Bagaimana kedepannya dia menjalani hidup bersama pria di sampingnya. Sedangkan Bara, pria itu hanya diam bagaikan patung, bahkan Zelina di buat bosan melihatnya.